Cerita Tuhan Menciptakan Ibu

Cerita menggugah hati ini didapat dari temanku “Ecko”

Waktu itu Tuhan telah menghabiskan 6 hari lamanya, bekerja untuk menciptakan Ibu. Kemudian seorang Malaikat datang “Tuhan lama sekali Engkau menghabiskan waktu untuk mencipta Ibu ini..?”, Tuhan menjawab pelan “Tidakkah engkau lihat perincian yang harus dikerjakan..?”

1) Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik.
2) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai
3) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya
4) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya
5) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.
6) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
7) Enam pasang tangan!! —
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya “Enam pasang tangan….? ” — “Tentu saja!
Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan
yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik.
…” balas Tuhan.
8) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.
“Bagaimana modelnya?” Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk- angguk. “Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: “Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?”, padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. “Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: “Saya mengerti dan saya sayang padamu”.Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.

9) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak
itu tidak ingin mandi….
Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
“Terlalu lunak”, katanya memberi komentar.”Tapi kuat”, kata Tuhan
bersemangat.”Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia
tanggung,pikul dan derita. “Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat
lagi. “Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi
gagasan, ide dan berkompromi”, kata Sang Pencipta. Akhirnya Malaikat
menyentuh sesuatu dipipi. “Eh, ada kebocoran disini” “Itu bukan
kebocoran”, kata Tuhan. “Itu adalah air mata…. air mata kesenangan,
air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata
kesepian, airmata….,airmata….”
Akhirnya Malaikat berkata pelan pada pembaca………:
” JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI
KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI

bungaku eps 2……

…………………………………. 

 

“Maaf..maaf arie…sini aq bersihkan” tangan mungil itu mencoba membersihkan bajuku. “its ok..its ok..nati biar aku bersihkan sendiri” aku mencoba menghalangi sapu tangan Meita yang menyeka capuccino di bajuku. Tanpa disengaja tanganku memegang tangan Meita, aku menunggu reaksi apakah akan segera di tarik atau dibiarkan saja. “plak..plak…” tangan kiri Meita sudah mendarat di atas tanganku. “mencuri kesempatan ya!!” teriak Meita. Dengan tersenyum aku segera menarik tanganku.

 

Ponsel dicelanaku bergetar..menyadarkan aku dari peristiwa 5 tahun yang lalu..nama Andra terterta di display. Aku segera bergegas menuju ke lantai empat, khawatir andra akan memberikan sumpah serapahnya disertai “hujan lokal” diwajahku karena mengeluarkan segala hewan di kebun binatang dari mulutnya.

 

Dari kejauhan kulihat Andra sedang duduk sambil mencoba melihat sekeliling area bioskop. Mungkin dia mencari aku, tapi tidak kulihat seorang perempuan yang dijanjikan Andra untuk ikut nonton bersama kami.Dasar Andra..nggak berubah!..bisa saja Ia menarik perhatianku dengan membuat aku penasaran terhadap perempuan yang akan dia perkenalkan. Tangan kiri dan kanan Andra tidak memegang makanan..emh, berarti dia belum membeli makanan, fikirku sambil berjalan menuju counter makanan.

 

“Mba..dua popcorn, satu asin satu manis..dan dua keripik kentang….emh, satu Coca Cola dingin dan satu coklat panas” pesanku pada pelayan counter makanan tersebut. Pertunjukan film sebentar lagi akan dimulia, orang2 yang ingin masuk ke ruang pertunjukkan  segera membeli makanan kecil beserta minuman yang akan dinikmati disaat menonton film nanti. Butuh beberapa menit agar aku berada di depan antrian.

 

Dua popcorn dan dua keripik kentang sudah didalam plastik. Kaleng Coca Cola aku ambil dan kumasukkan juga kedalam plastik tersebut..saat tanganku mengambil coklat…aku lupa bahwa itu coklat panas!..dengan reflek aku lepaskan dari cangkir coklat tersebut dan tanpa kusengaja tanganku yang ditarik secara terburu-buru membuat posisi siku tanganku menghantam tubuh seseorang!!…sebuah teriakan cukup keras mengejutkan aku..segera aku membalikkan badan… ternyata…seorang perempuan  yang sedang antri menerima “hadiah” mengejutkan dari aku.

 

Bersambung……………………….

www.tagged.com_Dunia Maya

Semula nama yang kubuat adalah Karjo dengan umur 30 dan picture/avatar foto seorang laki-laki yang berparas biasa-biasa saja berstatus sudah menikah. Hasilnya, dari beberapa kalimat perkenalan yang kubuat, sedikit sekali yang mau menyapa atau mau diajak ngobrol, khususnya kaum hawa..seakan alergi dengan kalimat-kalimat yang coba aku lontarkan. “Magnet” nama, umur dan status serta picture yang terpampang seakan kehilangan daya tarik.

 

Esok harinya percobaanku dimulai dengan nama Reza, umur 26, berstatus single dan picture/avatar yang ku tampilkan wajah seorang temen kantorku yang blasteran Indonesia-Italy dengan alis yang tebal dan senyum yang menggoda (kata temen2 cewe’ di kantorku sih….). Belum juga aku mengetik kalimat menyapa untuk komunitas di chat room tersebut, Private Message sudah menghampiriku dengan pertanyaan standart “ASL?” langsung ke jawab “26,M,Indonesia”.

 

kemudian private message itu terus bergulir dan lebih sering yang mengirimnya adalah kaum hawa. Beberapa menit melayani private message, aku masuk ke chat room. Sambutan yang kudapat, luar biasa!!!

 

Ternyata di tempat chat yang aku kunjungi ini, nama,umur,picture dan status sangat berpengaruh..wah kalau gitu, orang-orang di ruang chat ini lebih suka ditipu dengan “aksesoris” kehidupan. Tapi aku pikir ini adalah hal yang manusiawi, baik laki-laki ataupun perempuan pasti akan lebih dulu memilih orang yang terlihat menarik dari fisiknya, setelah itu..terserah anda…(iklan yeee)

 

Satu email masuk ke alamatku. Seorang teman lama mengundangku untuk chat di tempat yang belum pernah aku kunjungi, “hei..coba lu maen ke http://www.tagged.com” pesan itu dibuat dengan tanda seru lebih dari 5 buah.

 

Semula aku tidak tertarik dengan tempat chat tersebut, mengingat pengalaman chating yang pernah aku alami. Aku lebih suka melihat blog orang lain yang menuangkan ide atau pengalaman pribadinya yang dikemas menggunakan bahasa dan kalimat simple tapi terkadang menggugah hati.

 

Beberapa minggu kemudian, temanku yang hobby berkelana di dunia maya mengirimkan kembali pesan yang sama agar aku “maen” ke tagged.com. Kebetulan hari itu pekerjaan ku tidak begitu padat. Aku mulai membuka tagged.com, ku telusuri dengan mendaftar sebagai anggota disana. Awalnya aku bingung untuk menggunakan nama dan samaran apa yang enak didengar dan dilihat (maksudnya supaya laris..he..he..)

 

Emh..semuanya harus asli, biar mau di respon atau tidak..toh aq nggak begitu tertarik lagi dengan yang namanya chating.

 

Masuk pertama kali di ruang chat tagged, aku menjadi pendengar yang baik, nama Ratu, Poppy, Mella, Milly, Fina, Edo, Denny, Ema, Sari, Kang Doddy, Arman, Keris, Echo (yang nggak disebut jangan marah ya..) dan beberapa nama yang lain kerap sekali muncul dan membuat ruang chat ini menjadi rame.

 

Bahasa Indonesia yang menjadi standar percakapan terkadang diikuti oleh bahasa sunda (Poppy, Mella, Edo, Kang Doddy, etc) atau bahasa Spanyol (Paul, Esmeralda??). Turis dari manca negara sesekali datang dan coba berinteraktif di ruang ini, kebanyakan dari Malaysia, Filipina, dan beberapa negara lainnya.

 

Melihat beberapa profile dari teman2 yg nongkrong, ada beberapa orang yang ternyata sedang berada di luar negeri. Mereka chating di room Indonesia kebanyakan disebabkan rasa kangen terhadap obrolan bahasa Indonesia ataupun bahasa daerahnya masing2.

 

Aku belum pernah merasakan kangen terhadap bahasa Indonesia atau bahasa daerah tempatku lahir (Habis posisinya di Indonesia terus sih!!). Kangennya aku masih dalam batas makanan khas suatu daerah atau kangen punya duit..he..he..he..

 

Ruang chat begitu dinamis dan kompak. Hal ini terlihat disaat ada seseorang  yang tidak disukai karena gaya bicara atau kata2 yang tulisannya terlalu berlebihan, dengan kompak temen2 yang lain pada memberikan peringatan.

 

Sindiran atau kelucuan juga sering mewarnainya, pernah seorang rekan kerja ku bengong melihat aku senyum2 dan tertawa sendirian (gue disangka gila kali yaaaaaa). Ratu dengan keramahannya, Poppy dan Mella dengan ke”gilaannya”, Milly yang lucu, Fina yang riang, Ema yang “wise”, Edo yang “heboh”, kang Doddy yang “kalem”, Arman yang “nyantai”, keris yang “care” dan temen2 lainnya yang ngebuat room jadi rame.

 

Pengalaman menarik dan menyenangkan di ruang chat ini..teruskan ber chatting ria teman2ku tpi jangan lupa tugas utama dari masing2 individu kita. Di ruang chat ini kita bisa bisa bertukar informasi, bercanda, menangis, jatuh cinta atau bahkan Putus cinta (ops…jadi sedih!!)

 

Bungaku….

Hembusan angin menerpa wajahku, terlihat awan berarak mulai menutupi sang mentari yang coba tetap memandangi bumi dengan sinarnya . “Mei, aku tetap mencintaimu..menyayangimu…tapi mengapa engkau tetap meninggalkan aku?”. Kalimat itu memecah keheningan diantara kami berdua. Hanya suara angin yang kembali aku dengar..” Demi Tuhan…aku sangat mengharapkan kamu menjawab pertanyaanku ini Mei..” suaraku kembali bergema di keheningan sore itu..yah, sebuah keheningan yang selalu menghampiri setiap aku bertemu dengannya.

 

“kring..kring..kring”…telepon disudut kamarku kembali berdering..dengan mata yang masih tertutup, aku mencoba mengangkatnya. Telepon ini sudah menemaniku lebih dari 3 tahun..terkadang dibanting..atau di elus-elus atau bahkan dibiarkan berteriak-teriak sampai beberapa menit karena aku malas untuk mengangkatnya.

 

“hallo..siapa ini?” tanyaku dengan nada yang terkesan malas.

“eh Rie, jadi nggak nontonnya?..nanti aku kenali kamu dengan temenku..cewe”..cakep lho!” suara Andra terdengar sangat keras di telingaku.

Aku menjawab dengan mencoba membuka kedua mataku “ah kamu Ndra..ngomongnya pelan2 aja..sakit telingaku nih..koq nontonnya bawa tamu asing??”

“Bukan tamu asing, tapi calon pengganti Mei!!” suara Andra masih terdengar keras

“Udahlah Rie..kamu harus bisa melupakan Mei…dia itu masa lalu kamu..tinggalkan dia” Andra mencoba menasehatiku dengan menurunkan nada pembicaraannya.

 

Bayangan wajah Mei berputar di kepalaku..senyumnya yang menawan dan  matanya yang mendatangkan keteduhan bagi setiap orang yang memandangnya. Andra sering sekali ikut jalan disaat aku sedang “kencan” dengan Mei..ia sudah menganggap aku, mei dan dia adalah teman akrab..terkadang aku protes ke Andra karena sering mengganggu acara kami berdua..tapi Andra orangnya sangat pintar bercanda sehingga rasanya tidak seru kalau dia menghilang.

 

“hallo..hallo…busyet dah!!..kemana pula pikiranmu sekarang!! Hei…bangun..bangun… monyong” suara di telepon segera menyergap lamunanku. “eh..eh..sorry..sorry…kamu ngomong apa tadi?? Aku mencoba konsentrasi dan mengingat kembali perkataan Andra.

“Arie temanku yang hobby ngelamun…aku tunggu kamu di tempat biasa kita nonton..pukul 19.00 teng..tidak terlambat dan bawa duit yang banyak…he…he..he…” kemudian terdengan nada telp yang terputus.

 

“dasar kutu kupret..anak gendeng..bocah sialan” umpatku sambil melihat jam dinding. 085299011666..angka2 itu aku tekan di keypad handphone samsungku..aku masih berharap Mei yang mengangkat telfon tersebut agar aku dapat mendengar suaranya…lama kudengar nada tunggu yang mendendangkan lagu artis indonesia sampai akhirnya telfon tersebut putus dengan sendirinya. Jarum jam sudah menunjukan pkl 18.30..berarti aku hanya memiliki 1800 detik lagi. Cepat aku berdiri..Kuraih handuk yang tergantung di jemuran belakang..lari dengan gaya sprinter dunia langsung masuk ke kamar mandi.

 

Suasana di mall hari ini cukup ramai..maklumlah, malam ini malam minggu..malam yang katanya panjang (1 hari=24 jam, 1 jam=60 menit, 1 menit=60 detik…hari senin sampai minggu=sama aja).

Orang-orang hilir mudik dengan pakaian dan penampilan yang berbeda satu sama lain. Ada yang sangat serasi antara warna baju dan celana, atasan biru begaris-garis vertikal dipadukan dengan celana hitam atau t-shirt putih bergambar pemain basket  dengan celana jeans biru.Tapi ada juga yang sangat tidak enak dipandang, baju merah menyala dengan celana jeans berwarna merah juga atau ada yang dengan percaya diri memakai gaun yang terbuka tapi terdapat bekas guratan dari uang logam di punggung belakangnya (masuk angin ya mba?)

 

 

 

 

Aku menuju lantai empat menggunakan ekskalator yang posisinya berada di tengah2 mall..tiba dilantai dua, pandanganku tertuju pada sebuah cafe berwarna coklat..ya, dipojok cafe itu pertama kali pertemuanku dengan Mei. Pertemuan tanpa disengaja disaat secangkir capuccino panas mendarat di pangkuanku. Secangkir capuccino yang memperkenalkan aku dengan seorang yang sampai hari ini tetap kucintai.

 

“maaf..maaf..maaf…saya benar2 tidak sengaja mas” seorang wanita cepat2 menghampiriku, seper berapa detik setelah cairan berwarna coklat tua panas menghampiri kemeja kesayanganku..semula rasa panas capuccino itu belum terdeteksi oleh otakku karena terpana melihat wajah yang ayu dengan raut muka penuh penyesalan.

 

“Tadinya saya mau ngelempar capuccino ini ke pelayan yang menghantarnya karena berperilaku kurang ajar, masa dia berani pegang2 saya..awalnya sopan tapi lama kelamaan koq jadi kurang ajar” teriak dia sambil menunjuk seorang pelayan yang tertunduk malu.

 

Kuhampiri pelayan tadi kemudian beberapa kata kubisikan ditelingannya..segera dia meninggalkan ruang cafe dengan tetap tertunduk malu. Tinggallah saya dengan baju yang basah bercampur bingung, harus marah atau tetap tersenyum. Marah karena capuccino telah memberi warna tambahan di bajuku atau tersenyum melihat kecantikan paras wanita tadi.

 

“Saya Meita..” katanya sambil menjulurkan tangan mencoba untuk membuka pembicaraan “kamu siapa?” kalimatnya bersambung dengan menatap mataku dalam-dalam. Waktu seakan berhenti berputar dan suara yang kudengar bagaikan nyanyian merdu mengalun di telingaku.

 

“Hei! Telinga kamu masih normal kan?, koq bengong aja neh….” kalimat itu membangunkan aku. Aku pandangi wajah yang membuat bergetar hatiku “ oh…eh…emh” hanya tiga kata itu yang bisa keluar dari mulutku. “wah..nama yang unik, ohehemh ya?” katanya sambil menurunkan tangan yang tidak diambut olehku.

 

Saat itu aku merasa seperti orang bodoh saja di depan Meita. Tanganku menggapai tangan Meita yang berlahan turun dan menjabatnya “ Arie…, maaf tadi saya terdiam karena lagi menikmati capuccino yang ada di bajuku, ternyata selain diminum..capuccino juga enak buat mandi” aku mencoba mengalihkan pembicaraan agar tidak terlihat mengagumi mahkluk tuhan yang ada didepanku.

 

 

Bersambung….

Garuda, Lion Air, Sriwijaya..etc..Sama Aja Koq!

Kebiasaan ini sering sekali saya temui jika saya sedang berpergian menggunakan pesawat udara, baik itu di dalam pesawat yang dimiliki oleh maskapai Garuda maupun beberapa maskapai penerbangan lainnya.

 

Sudah menjadi aturan standar nasional dan internasional bahwa jika sudah di dalam pesawat udara, kita tidak diperkenankan lagi menghidupkan (apalagi menggunakan!!) telepon seluler (HP) atau barang elektronik yang memancarkan gelombang radio.

 

Pelarangan itu saya ketahui dari pengumuman oleh pramugari di saat dalam pesawat dan diperkuat dengan buku-buku yang saya baca yang berhubungan dengan pesawat atau kecelakaan udara.

 

Disamping soal HP, ada lagi kebiasaan jelek penumpang pesawat di Indonesia (khususnya orang Indonesia sendiri). Penumpang sangat terbiasa melepaskan sabuk pengaman dan berdiri di saat PESAWAT BELUM BERHENTI TOTAL dan TANDA SABUK PENGAMAN BELUM BOLEH DILEPAS. Kenapa ini menjadi kebiasaan warga kita??

 

Dua minggu yang lalu saya kebetulan dari Jakarta menuju Surabaya. Saya menggunakan pesawat Lion Air dengan jam penerbangan siang hari. Di sebelah saya duduk seorang laki2 yang kemungkinan adalah warga negara India (karena dari fisiknya sangat mirip dengan film2 India yang saya tonton di TV3 Malaysia..he..he..he..)

 

Beberapa detik setelah pesawat yang membawa kami mendarat di Juanda dan posisi pesawat sudah sejajar dengan landasan, terdengarlah bunyi sabuk pengaman di lepaskan. Suara dilepasnya sabuk pengaman itu tidak hanya satu kali tapi kemudian diikuti oleh banyak suara yang lainnya. Saya melihat ke display tanda sabuk pengaman didepan dan ternyata tanda itu masih menyala!!

 

Pesawat masih berjalan dari landasan pacu ke tempat parkirnya…dan orang2 sudah berdiri dari kursinya dan membuka bagasi..(waduh…tindakan yang sangat ceroboh yang dilakukan oleh penumpang Indonesia)

 

Saya dan si India tetap duduk dan masih mengenakan sabuk pengaman. Hal ini saya lakukan karena saya sudah terbiasa disiplin (sejak SMA ikut organisasi yang sangat menjunjung tinggi disiplin) dan mengetahui bahaya yang bisa ditimbulkan karena melepas sabuk pengaman dan berdiri di saat belum ada perintah dari pilot atau pramugari.

 

Orang India itu melihat saya dan bertanya (pake bahasa inggris lagi..padahal bahasa inggris saya cuma tau yes,no dan i love u…) “maaf saya mau bertanya, saya beberapa kali mengunjungi tempat di Indonesia dan setiap saya mendarat, selalu saja orang Indonesia berperilaku tidak disiplin, menghidupkan HP, melepas sabuk pengaman dan berdiri disaat belum diperbolehkan..knapa ya??”

 

Waduh..kenapa pertanyaan itu justru ke saya yang jelas2 masih duduk dengan tenang dan tidak menghidupkan HP ya? (fikir saya)

 

“Begini tuan..sebelum warga Indonesia itu naik pesawat, mereka terbiasa naik bus kota, dan jika di dalam bus kota..setiap mau berhenti di tempat tujuan, kondektur selalu mengingatkan para penumpang dengan berteriak “hayo siap2..pasar gambir di depan..yang mau turun segera persiapkan barang dan berdiri secepatnya..supaya bisa turun didepan”….nah, hal itu jadi kebiasaan tuan…sampe naik pesawat ini” (jawabku dengan tersenyum…padahal aq benar2 mengarang cerita itu…)

 

Ternyata pembicaraanku dengan si India tadi di dengar oleh seorang penumpang di depan yang kebetulan sedang berdiri…sambil malu-malu, penumpang itu duduk kembali di kursinya….

 

“Tingkat disiplin penumpang pesawat lokal di Indonesia sangat rendah sekali ya” kata si India tadi….saya hanya menjawabnya dengan senyum….(senyum malu….)

HAPPY…WOMAN VS MAN

HOW TO MAKE WOMAN HAPPY

 

It’s not difficult to make a woman happy. A man only needs to be:
1. a friend
2. a companion
3. a lover
4. a brother
5. a father
6. a master
7. a chef
8. an electrician
9. a carpenter
10. a plumber
11. a mechanic
12. a decorator
13. a stylist
14. a sexologist
15. a gynecologist
16. a psychologist
17. a pest exterminator
18. a psychiatrist
19. a healer
20. a good listener
21. an organizer
22. a good father
23. very clean
24. sympathetic
25. athletic
26. warm
27. attentive
28. gallant
29. intelligent
30. funny
31. creative
32. tender
33. strong
34. understanding
35. tolerant
36. prudent
37. ambitious
38. capable
39. courageous
40. determined
41. true
42. dependable
43. passionate
44. compassionate
WITHOUT FORGETTING TO:
45. give her compliments regularly
46. love shopping
47. be honest
48. be very rich
49. not stress her out
50. not look at other girls
AND AT THE SAME TIME, YOU MUST ALSO:
51. give her lots of attention, but expect little yourself
52. give her lots of time, especially time for herself
53. give her lots of space, never worrying about where she goes
IT IS VERY IMPORTANT:
54. Never to forget:
* birthdays
* anniversaries
* arrangements she makes

HOW TO MAKE MAN HAPPY

1. Show up naked
2. Bring food

 

Gus Dur versi kampusku

 

 

Kejadian ini saya alami waktu masih kuliah dulu

 

Setelah 1 semester kuliah di Padjadjaran, saya lumayan kenal dengan beberapa orang yang aktif di lembaga kemahasiswaan, mulai dari senat, hima dan BPM (istilah lembaga kemahasiswaan jadul)

 

Diantara teman-teman yang saya kenal, ada seseorang yang sering sekali di panggil “Gus Dur”. Semula saya masih belum paham mengapa temanku yang satu ini di berikan nama panggilan tersebut (Gus Dur yang asli jangan marah ya…)

 

Saya pernah secara tidak sengaja ngobrol dengan Gus Dur di saat saya tidak jadi berangkat ke Jakarta untuk menyelesaikan satu urusan lembaga kemahasiswaan.

 

“Knapa nggak jadi ke Jakarta?” tanya Gus Dur kepadaku..”wah, dananya belum cair Gus” jawabku sambil merapihkan arsip2 surat yang semula akan diserahkan ke BPK Jakarta.

 

Dengan ekspresi yang dingin Gus Dur menjawab kembali pernyataanku “lho…yang buat kamu ke Jakarta kan Allah swt, bukan dana dari lembaga”

 

Saya tersenyum mendengar jawabnya (arti senyum saya waktu itu=bingung, bingung dan bingung)

 

Pernah suatu waktu saya mendengar dia lagi membahas soal anggota tubuh, saya menggeleng-gelengkan kepala dengan konsep perkataannya.

 

“………………jadi apa yang menjadi milik kita secara pribadi sebenarnya bukan seutuhnya milik kita…misalnya tangan saya, saya tidak bisa seenaknya menggunakan tangan ini atau dengan seenaknya saya potong dan saya jual…(maksudnya u sop..he..he..he..). Siapa tau lewat tangan saya ini, bantuan keuangan untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah bisa tersalurkan…siapa tau dengan tangan saya ini tercipta lukisan yang bisa dinikmati oleh semua orang…Mulut saya ini, bukan sepenuhnya milik saya yang dengan seenaknya bisa mencaci maki atau menyebar gosip untuk kepentingan pribadi saya..siapa tau dengan mulut ini saya bisa mengingatkan orang lain untuk tidak terjerumus pada perbuatan dosa..siapa tau dengan mulut ini dapat menyampaikan amanah kepada orang lain..bahkan semua anggota tubuh saya ini, bukan sepenuhnya milik saya yang bisa saya lukai atau saya bunuh dengan sendirinya (maksudnya bunuh diri gus?)..tubuh ini bisa milik saya, milik anda dan milik semua orang yang ada di muka bumi ini…karena hakekatnya tubuh saya ini harus bermanfaat untuk orang lain!”

 

Wah…pantesan dia dipanggil GUS DUR !!!

Rumitnya seorang isteri, dan simplenya seorang suami


BUKU HARIAN ISTERIMinggu Malam – Dia bertingkah aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe. Aku shopping seharian dg teman-teman, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak telat sampai di Cafe, tapi dia tak berkomentar.

Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ketempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak, dia setuju tapi tetap diam dan berjarak. Aku

  tanyakan apa yang salah – dia jawab, “Tak ada”. Aku tanyakan apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal. Dia bilang hal ini tak ada kaitannya dengan ku dan minta aku nggak usah khawatir.Dalam perjalanan pulang, ku bilang aku mencintainya, dia cuma tersenyum tipis dan tetap menyetir. Aku tak bisa menjelaskan perangainya sore itu. Aku tak habis
pikir kenapa dia tak menjawab, “aku cinta kamu juga”. Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi. Dia hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh dan menghilang.

Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar. Aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya! tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku yakin pikirannya sama cewek lain.
Hidupku serasa kiamat…

BUKU HARIAN SUAMI
Hari ini Manchester United kalah. SIALAAAN….